Dari Kapur ke Keyboard: Transformasi Guru di Era Teknologi
Sumber: Ilustrasi AI
Peralihan dunia pendidikan dari papan tulis berdebu menjadi layar digital merupakan salah satu bukti paling jelas bahwa kita telah memasuki era teknologi. Guru yang sebelumnya terbiasa mengajar secara tatap muka dengan buku dan kapur kini dituntut menguasai beragam perangkat digital, mulai dari membuat materi pembelajaran berbasis teknologi, mengelola LMS, hingga memfasilitasi kelas online.
Proses transisi ini tidak selalu berjalan mulus. Banyak guru mengalami kesulitan karena belum familiar dengan aplikasi pembelajaran, teknik editing video, maupun pembuatan kuis digital. Beban kerja pun bisa meningkat, sebab menyiapkan materi digital yang menarik membutuhkan waktu dan keterampilan tambahan, tidak cukup hanya mengandalkan buku atau papan tulis seperti sebelumnya.
Di tengah perubahan tersebut, guru tetap harus menjaga kualitas pengajaran yang bersifat manusiawi. Meski pembelajaran berlangsung melalui layar, nilai empati, arahan moral, dan motivasi tetap harus hadir. Tantangan besar bagi guru adalah memastikan bahwa penggunaan teknologi tidak menghilangkan sentuhan emosional yang menjadi inti pendidikan.
Dalam konteks pembelajaran abad ke-21, peran guru sebagai fasilitator semakin mengemuka. Teknologi berfungsi sebagai pendukung, sementara guru tetap menjadi pengarah utama dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, dan interaksi yang bermakna. Banyak kajian menyebut bahwa guru kini bukan lagi hanya penyampai materi, tetapi pendamping belajar di ruang digital.
Agar perubahan ini benar-benar berhasil, diperlukan dukungan menyeluruh seperti pelatihan literasi digital, penyediaan perangkat dan akses internet, serta kebijakan yang mendukung penggunaan teknologi secara inovatif. Tanpa dukungan tersebut, tak sedikit guru yang mungkin tertinggal dalam arus perubahan.
Sebagai refleksi pada Hari Guru, perjalanan dari kapur ke keyboard mengingatkan kita bahwa meskipun alat dan media pembelajaran berubah, inti pendidikan tetap berada di tangan guru. Teknologi hanyalah sarana; guru tetap menjadi pusat dari proses belajar yang sesungguhnya.
Penulis: Danella
Editor: Firstlyta Bulan