Dampak Kekurangan Gizi terhadap Tumbuh Kembang Anak
Kekurangan gizi
dapat memberikan dampak serius pada tumbuh kembang anak. Anak yang kurang gizi
berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik. Tinggi dan berat badan anak bisa
tidak sesuai dengan usia. Selain itu, perkembangan mental anak juga dapat terhambat.
Kondisi ini sering kali tidak disadari sejak awal. Padahal, dampaknya bisa
berlangsung jangka panjang.
Anak yang kekurangan gizi cenderung mudah sakit. Sistem kekebalan tubuh menjadi
lemah akibat kurangnya nutrisi. Penyakit yang sering dialami dapat mengganggu
aktivitas belajar. Anak menjadi sering absen dari sekolah. Hal ini berpengaruh
pada prestasi akademik anak. Kekurangan gizi menjadi masalah serius yang perlu
dicegah.
Dampak lain dari kekurangan gizi adalah gangguan konsentrasi. Anak sulit fokus
saat belajar di kelas. Daya ingat anak juga menurun. Kondisi ini membuat anak
tertinggal dalam pelajaran. Jika dibiarkan, anak dapat kehilangan motivasi
belajar. Oleh karena itu, pencegahan sejak dini sangat penting.
Kekurangan gizi juga dapat memengaruhi perkembangan emosional anak. Anak
menjadi mudah rewel dan kurang percaya diri. Interaksi sosial dengan teman
sebaya juga terganggu. Kondisi ini memengaruhi pembentukan karakter anak. Gizi
yang cukup membantu menjaga keseimbangan emosi. Dengan demikian,
pemenuhan gizi harus menjadi prioritas.
Orang tua perlu mengenali tanda-tanda kekurangan gizi pada anak. Pemantauan
berat dan tinggi badan secara rutin sangat dianjurkan. Konsultasi dengan tenaga
kesehatan dapat menjadi solusi. Pemberian makanan bergizi harus disesuaikan
dengan kebutuhan anak. Edukasi gizi juga perlu terus ditingkatkan. Dengan langkah
ini, tumbuh kembang anak dapat terjaga.
Author &
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI