Cara Mengecek Kelayakan Jalur Evakuasi Sekolah Anda
Sumber:
Gemini AI
Menentukan jalur
evakuasi saja tidak cukup; jalur tersebut harus dicek dan diuji secara berkala
agar selalu layak dan aman. Langkah pertama adalah inspeksi visual rutin:
pastikan jalur bebas dari rintangan seperti tumpukan buku, perabot, atau bahan
praktik yang disimpan sembarangan. Pintu darurat harus mudah dibuka dari dalam
tanpa kunci yang kompleks dan selalu berfungsi. Rambu dan penerangan darurat
harus jelas terlihat khususnya di koridor panjang dan tangga. Periksa juga
kondisi lantai untuk memastikan tidak licin atau berlubang yang bisa
menyebabkan kecelakaan saat evakuasi cepat.
Selanjutnya,
periksa lebar jalur dan kapasitasnya. Jalur evakuasi harus memadai untuk jumlah
maksimal penghuni gedung, termasuk siswa, guru, dan tamu. Hitung kapasitas
terpasang dan bandingkan dengan jumlah riil; jika jalur terlalu sempit,
pertimbangkan penambahan rute alternatif atau pengaturan aliran yang lebih
baik. Pastikan tangga darurat dan lorong tidak disempitkan oleh papan
pengumuman atau dekorasi musiman. Perhatikan juga apakah pintu keluar mengarah
ke area aman bebas hambatan — titik kumpul harus berada di lokasi yang tidak
hanya jauh tetapi juga mudah dijangkau.
Penerangan jalan
evakuasi sangat penting, terutama bila evakuasi terjadi malam hari atau saat
pemadaman listrik. Lampu penerangan darurat harus diuji berkala, baterai harus
diganti sesuai jadwal, dan jalur harus memiliki tanda bercat atau
glow-in-the-dark untuk membantu orientasi bila asap tebal. Sistem alarm suara
harus dapat terdengar sampai ke sudut ruangan paling jauh. Jangan lupa
memeriksa sistem alarm kebakaran otomatis dan detektor asap; detektor yang
kotor atau tidak berfungsi bisa menyebabkan keterlambatan deteksi.
Kemudian lakukan
uji coba evakuasi secara berkala dengan skenario berbeda: kebakaran di lantai
bawah, kebakaran di laboratorium, atau gempa yang menyebabkan kebakaran
sekunder. Uji coba harus melibatkan seluruh warga sekolah dan menyertakan
evaluasi waktu evakuasi, titik kemacetan, dan perilaku individu. Rekam hasil
latihan dan catat perbaikan yang diperlukan. Latihan yang realistis membantu
mengungkap hal-hal yang tidak terlihat dalam inspeksi biasa, seperti
kebingungan arah atau tindakan panik yang memblokir jalur.
Terakhir, pastikan
aksesibilitas untuk siswa dan staf berkebutuhan khusus. Jalur evakuasi harus
mempertimbangkan kursi roda, alat bantu jalan, dan kebutuhan khusus lainnya termasuk rencana evakuasi khusus untuk mereka. Latih tim evakuasi untuk
membantu evakuasi orang berkebutuhan khusus dan sediakan peralatan bantu
evakuasi yang diuji. Dokumentasikan semua temuan inspeksi, jadwalkan perbaikan,
dan tetapkan penanggung jawab untuk pemeliharaan jalur. Dengan pengecekan dan
perbaikan berkelanjutan, jalur evakuasi akan tetap andal saat dibutuhkan.
Editor: Firstlyta
Bulan