Berani Jujur: Program Kelas yang Digagas Guru
Menanamkan nilai
kejujuran pada siswa kini tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga
melalui program inovatif yang digagas guru. Salah satunya adalah inisiatif
“Berani Jujur”, sebuah program kelas yang menekankan pentingnya integritas,
transparansi, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Prof. Claudia Weber,
pakar pendidikan karakter dari Humboldt University, Jerman, pada 2025,
menyatakan bahwa program semacam ini efektif karena siswa belajar dari
pengalaman nyata. “Kegiatan yang menekankan perilaku jujur membantu siswa
memahami nilai integritas lebih mendalam dibandingkan hanya menerima teori.
Guru yang memfasilitasi pengalaman ini menjadi teladan moral yang penting,”
ujarnya.
Dr. Erik Van Dijk, ahli
etika pendidikan dari University of Amsterdam, Belanda, menambahkan bahwa guru
memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya jujur di kelas. “Ketika guru
mendorong siswa untuk mengakui kesalahan, menilai dengan adil, dan membuat
keputusan etis, siswa belajar mempraktikkan integritas dalam setiap aspek
kehidupan sekolah,” katanya.
Program “Berani Jujur”
dapat diterapkan melalui berbagai metode, seperti refleksi harian, diskusi
kelompok tentang dilema moral, penugasan proyek berbasis kejujuran, dan
simulasi situasi nyata di sekolah. Pendekatan ini membantu siswa merasakan
dampak langsung dari keputusan mereka dan menanamkan nilai moral secara
praktis. Keteladanan guru tetap menjadi kunci keberhasilan program ini. Guru
yang konsisten menunjukkan perilaku jujur dalam penilaian, komunikasi, dan
pengelolaan kelas membuat siswa meniru dan menginternalisasi nilai-nilai
integritas secara alami.
Dengan program inovatif
seperti “Berani Jujur”, sekolah mampu membentuk siswa yang tidak hanya cerdas
akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Kebiasaan jujur yang diterapkan
sejak dini menjadi modal penting untuk membentuk generasi muda yang berintegritas,
bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI