Beban Administrasi Dinilai Membatasi Ruang Kreatif Guru dalam Mengajar
sumber:
https://share.google/images/tmebBpYBWsqt2lQh4
Beban
administrasi yang semakin meningkat dinilai membatasi ruang gerak kreatif guru
dalam melaksanakan proses pembelajaran di sekolah. Banyak guru mengeluhkan
bahwa waktu mereka lebih banyak tersita untuk menyusun laporan, dokumen, dan
pelengkapan data ketimbang mempersiapkan materi ajar. Kondisi tersebut membuat
guru sulit mengembangkan metode pembelajaran inovatif dan menyenangkan bagi
siswa. Mereka merasa bahwa tuntutan administrasi telah menggeser fungsi utama
mereka sebagai pendidik. Guru meminta pemerintah untuk melakukan peninjauan
ulang terhadap sistem administrasi yang berlaku.
Selama ini,
penyusunan perangkat pembelajaran yang sangat detail menjadi salah satu beban
terbesar bagi guru. Dokumen yang harus dibuat sering kali tidak hanya banyak,
tetapi juga memerlukan format yang rumit dan memakan waktu lama. Beberapa guru
mengaku harus mengerjakan dokumen di luar jam sekolah, bahkan hingga larut
malam. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kesehatan dan keseimbangan
kehidupan pribadi guru. Mereka berharap adanya penyederhanaan format
administrasi untuk mendukung efisiensi kerja.
Guru menilai
bahwa profesionalitas mereka tidak dapat diukur hanya melalui kelengkapan
dokumen administrasi. Menurut mereka, keberhasilan proses pembelajaran lebih
ditentukan oleh kualitas interaksi antara guru dan siswa serta hasil belajar
yang dicapai. Namun, tingginya tekanan administrasi sering membuat mereka
kurang fokus dalam mengajar. Para guru berharap pemerintah dapat memberikan
kepercayaan dan keleluasaan lebih besar dalam menjalankan profesi. Pengurangan
beban administrasi diyakini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Organisasi
profesi guru juga menyuarakan perlunya reformasi sistem administrasi
pendidikan. Mereka menilai bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh
terhadap aturan yang diterapkan saat ini. Banyak ketentuan dinilai tidak lagi
relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Digitalisasi administrasi
menjadi salah satu solusi yang diusulkan untuk mengurangi beban pekerjaan
manual yang memakan waktu. Selain itu, pelatihan teknologi juga diperlukan agar
guru dapat menyesuaikan diri.
Pemerintah
menanggapi aspirasi tersebut dengan menyatakan bahwa penyederhanaan
administrasi sedang dalam tahap pembahasan. Kementerian menyadari bahwa guru
harus diberi ruang untuk fokus mengembangkan kompetensi dan kreativitas.
Pemerintah sedang menyiapkan sistem administrasi berbasis teknologi yang lebih
mudah dioperasikan. Program ini diharapkan dapat mengurangi tumpang tindih
pekerjaan serta mempercepat proses pelaporan. Pemerintah meminta dukungan
sekolah agar perubahan dapat berjalan efektif.
Pengamat
pendidikan menilai bahwa reformasi administrasi merupakan langkah penting untuk
mendukung transformasi pendidikan. Mereka menegaskan bahwa guru tidak boleh
diperlakukan sebagai tenaga administrasi penuh waktu. Beban kerja yang tidak
proporsional dapat menurunkan motivasi dan berdampak pada kualitas
pembelajaran. Menurut mereka, peningkatan mutu pendidikan harus diiringi dengan
peningkatan kesejahteraan dan kenyamanan kerja guru. Jika beban administrasi
ditekan, guru akan memiliki lebih banyak waktu untuk berinovasi.
Guru berharap
perubahan sistem administrasi dapat segera terealisasi secara nyata, bukan
hanya dalam bentuk wacana. Mereka yakin bahwa pendidikan Indonesia dapat
berkembang lebih cepat jika guru diberi ruang untuk berkarya dan berkreasi.
Para guru meminta pemerintah untuk mendengarkan suara mereka sebagai pelaksana
utama kebijakan pendidikan. Dengan adanya penyederhanaan administrasi,
diharapkan kualitas pembelajaran di kelas meningkat dan siswa mendapat manfaat
maksimal. Guru optimistis bahwa perubahan positif sedang menuju arah yang lebih
baik bagi dunia pendidikan Indonesia.
Penulis : Arika
Rahmania
Editor : Naela Zulianti Ashlah
Sumber : AI