Bagaimana Guru Menjadi Pusat Pendidikan Integritas Nasional?
Peran guru dalam
membentuk karakter siswa kini semakin diakui secara global. Tidak hanya
mengajar mata pelajaran, guru juga menjadi pusat pendidikan integritas
nasional, menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan etika sejak dini.
Menurut Prof. Linda
Darling-Hammond, pakar pendidikan dari Stanford University, guru memiliki
posisi unik dalam membentuk perilaku dan moral generasi muda. “Integritas bukan
hanya tentang mengajarkan teori, tetapi menunjukkan perilaku nyata di kelas.
Guru yang bertindak adil dan konsisten menjadi model bagi siswa,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Andy
Hargreaves, profesor dari Boston College, menekankan pentingnya sistem
pendidikan yang mendukung guru. “Sekolah yang menekankan integritas membutuhkan
guru yang dilatih untuk menjadi teladan. Ini bukan tugas individu, tetapi upaya
kolektif yang melibatkan seluruh komunitas sekolah.”
Di tingkat praktis, guru
dapat mengintegrasikan pendidikan karakter dalam kegiatan sehari-hari, mulai
dari pembelajaran berbasis proyek hingga mentoring etika bagi siswa. Menurut
Dr. Deborah Osher, ahli pendidikan dari University of California, pendekatan
ini efektif karena murid belajar dari pengalaman dan pengamatan langsung, bukan
hanya dari teori.
Lebih jauh, nilai-nilai
yang ditanamkan guru akan menular ke keluarga dan masyarakat, menciptakan efek
domino positif dalam budaya integritas nasional. “Ketika guru menunjukkan
integritas, siswa meniru, dan efeknya menyebar lebih luas ke komunitas mereka,”
tambah Prof. Darling-Hammond.
Dengan dukungan sistem
pendidikan dan pelatihan profesional, guru memiliki potensi besar menjadi pusat
pendidikan integritas nasional, membentuk generasi yang tidak hanya cerdas
secara akademik, tetapi juga bermoral dan beretika.
Author: Wasis Suprapto
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI