Ancaman Kekeringan pada Ekosistem Rawa Gambut Dalam
Rawa gambut dalam di wilayah Kalimantan dan Sumatera kini menghadapi ancaman kekeringan yang sangat serius dan mengkhawatirkan. Perubahan iklim menyebabkan penurunan curah hujan yang drastis sehingga permukaan air gambut terus menurun setiap tahun. Gambut yang mengering menjadi sangat mudah terbakar dan sulit untuk dipadamkan jika api sudah mulai menjalar. Selain itu, emisi karbon yang terlepas dari gambut kering mempercepat laju pemanasan global di tingkat atmosfer. Kondisi ini merusak habitat berbagai satwa langka yang bergantung pada kelembapan tinggi di rawa gambut.
Penurunan permukaan air tanah di lahan gambut juga menyebabkan tanah
menjadi amblas atau mengalami subsidensi tanah. Hal ini membahayakan struktur
akar pohon-pohon besar yang tumbuh di atasnya sehingga banyak pohon yang
tumbang. Masyarakat yang tinggal di sekitar lahan gambut mulai kesulitan
mendapatkan air bersih karena air menjadi asam. Produktivitas lahan pertanian
di sekitar gambut juga menurun akibat hilangnya kelembapan alami yang biasanya
tersedia. Krisis ekologi di rawa gambut merupakan tantangan besar bagi upaya
perlindungan lingkungan hidup nasional kita.
Badan restorasi gambut terus berupaya memperbanyak pembangunan sekat kanal
untuk menjaga agar gambut tetap basah sepanjang tahun. Sekat kanal berfungsi
untuk menahan air agar tidak mengalir keluar dari ekosistem gambut menuju
sungai besar. Selain itu, program revegetasi dengan tanaman asli rawa gambut
terus dilakukan di area yang sudah rusak. Teknologi pemantauan ketinggian air
secara real-time dipasang di titik-titik kritis untuk mendeteksi ancaman
kebakaran. Partisipasi masyarakat dalam menjaga infrastruktur pembasahan gambut
sangat krusial bagi keberhasilan program restorasi nasional.
Edukasi mengenai pentingnya ekosistem gambut sebagai penyimpan karbon dunia
terus diberikan kepada warga setempat dan pelajar. Masyarakat dihimbau untuk
tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan gambut yang sangat
sulit dipadamkan. Pembentukan kelompok masyarakat peduli gambut di setiap desa
bertujuan untuk menciptakan sistem pengamanan dini lokal. Kerja sama
internasional dalam penelitian gambut membantu Indonesia dalam menemukan cara
terbaik untuk mengelola lahan basah. Kita harus menyadari bahwa gambut adalah
harta karun alami yang harus kita jaga dengan penuh komitmen.
Mari kita jaga kelestarian rawa gambut Indonesia demi keselamatan iklim global dan keberlangsungan hidup kita semua. Gambut yang basah adalah pelindung bumi dari ancaman pemanasan global yang kian parah setiap hari. Jangan biarkan eksploitasi yang tidak bertanggung jawab merusak keseimbangan alam yang sudah ada selama ribuan tahun. Setiap langkah kecil dalam menjaga kelembapan gambut adalah investasi berharga bagi masa depan generasi mendatang nanti. Mari kita melangkah bersama untuk mewujudkan pengelolaan lahan gambut yang lestari, produktif, dan aman bagi lingkungan.
Editor: Alifatul Hidayah