Analisis Peran Komite Sekolah dan Orang Tua dalam Mendukung Kurikulum Pendidikan HAM SD
nilai-nilai HAM yang diajarkan di kelas didukung dan
diperkuat di lingkungan rumah dan komunitas sekolah, menciptakan konsistensi
nilai.
Penelitian ini menggunakan survei dan wawancara dengan
anggota Komite Sekolah dan perwakilan Orang Tua. Fokus analisis adalah pada
tingkat kesadaran HAM mereka, partisipasi dalam perumusan kebijakan sekolah
(misalnya, kode etik), dan dukungan terhadap program-program HAM.
Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua cenderung
tinggi pada isu Hak Pendidikan (prestasi akademis) dan Hak Perlindungan Fisik
(keamanan anak). Namun, kesadaran dan dukungan mereka terhadap isu Hak
Partisipasi Anak dan Hak Berekspresi masih rendah, seringkali karena alasan
budaya atau kekhawatiran otoritas terganggu.
Tantangan terbesar adalah mengubah Komite Sekolah dari hanya
badan penggalang dana menjadi mitra strategis dalam pengawasan implementasi
HAM. Seringkali, Orang Tua dan Komite Sekolah justru menjadi pihak yang
mempraktikkan disiplin yang melanggar hak (misalnya, menuntut hukuman keras
bagi anak yang melanggar).
Edukasi Komunitas berbasis HAM sangat krusial. Sekolah perlu
menyelenggarakan seminar dan lokakarya bagi orang tua tentang positive
parenting dan disiplin positif yang selaras dengan prinsip-prinsip hak
anak, untuk menyelaraskan praktik di rumah dan di sekolah.
Direkomendasikan agar kurikulum dan kebijakan sekolah secara
eksplisit mendefinisikan peran Komite Sekolah dan Orang Tua sebagai mitra utama
dalam penegakan HAM di lingkungan sekolah. Mereka harus dilibatkan dalam
penyusunan kode etik sekolah dan mekanisme pengaduan yang ramah anak.
Author: Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI