Analisis Mekanisme Pengaduan dan Resolusi Konflik di Sekolah Inklusif SD
Sumber:Gemini AI
Keberadaan
mekanisme pengaduan dan resolusi konflik yang jelas adalah prasyarat penting
untuk menjamin hak-hak siswa berkebutuhan khusus (SNBK) di SD. Analisis
kebijakan menemukan bahwa banyak sekolah inklusif belum memiliki prosedur
formal, transparan, dan mudah diakses untuk menerima keluhan. Keluhan yang
sering muncul berkaitan dengan bullying, layanan yang tidak memadai, atau
diskriminasi dari staf sekolah. Sekolah harus menyediakan lingkungan yang
memungkinkan feedback tanpa rasa takut. Saluran pengaduan yang resmi menjamin
akuntabilitas sekolah.
Ketiadaan prosedur
formal ini seringkali membuat orang tua SNBK bingung dan frustrasi ketika
masalah terjadi dan tidak ada solusi yang jelas. Konflik kecil berpotensi
membesar karena tidak ada pihak ketiga yang netral untuk memediasi
permasalahan. Analisis menekankan bahwa sistem pengaduan harus menjamin
kerahasiaan pelapor dan menindaklanjuti setiap keluhan dengan serius. Sekolah
harus menunjuk seorang petugas atau tim khusus yang bertanggung jawab atas
mekanisme ini. Penanganan yang cepat dan adil adalah kunci.
Rekomendasi
kebijakan adalah mewajibkan setiap SD inklusif untuk menyusun Standar
Operasional Prosedur (SOP) pengaduan dan resolusi konflik. SOP ini harus memuat
alur yang jelas, tenggat waktu penanganan, dan sanksi yang adil jika terbukti
terjadi pelanggaran. Prosedur ini harus melibatkan Kepala Sekolah, Guru
Pendamping Khusus (GPK), dan perwakilan orang tua. Sekolah juga harus
mempublikasikan SOP ini secara luas melalui media cetak dan digital.
Transparansi prosedur akan membangun kepercayaan.
Pelatihan mediator
sekolah juga sangat diperlukan untuk memperkuat kemampuan sekolah dalam
menyelesaikan perselisihan secara konstruktif. Staf sekolah yang ditunjuk harus
dilatih keterampilan komunikasi non-kekerasan dan resolusi masalah. Tujuan
utama resolusi konflik adalah memulihkan hubungan dan memastikan hak belajar
SNBK tidak terganggu. Pendekatan restoratif harus lebih diutamakan daripada
hukuman. Keterampilan mediasi adalah keharusan bagi staf sekolah inklusif.
Pemerintah daerah
perlu melakukan audit rutin terhadap mekanisme pengaduan sekolah untuk
memastikan kepatuhan dan efektivitasnya. Mekanisme pengaduan yang berfungsi
baik bukan hanya melindungi SNBK, tetapi juga meningkatkan akuntabilitas dan
kepercayaan publik terhadap program inklusi. Keberadaan prosedur yang kuat
adalah bukti keseriusan sekolah dalam menjamin lingkungan belajar yang adil dan
aman. Perlindungan hukum dan prosedural bagi SNBK harus diutamakan.
Author : Alifatul Hidayah
Editor
: Naela Zulianti Ashlah