Analisis Kurikulum dalam Menyikapi Isu Hak Anak Berkebutuhan Khusus di SD
Hak Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk mendapatkan
pendidikan yang inklusif dan non-diskriminatif adalah tuntutan fundamental dari
Konvensi Hak Anak. Analisis ini bertujuan mengkaji sejauh mana Kurikulum SD,
baik di sekolah umum maupun sekolah inklusi, secara eksplisit menyikapi isu
hak-hak ABK dalam materi, tujuan, dan metodologi pembelajarannya.
Metode yang digunakan adalah analisis dokumen kurikulum
nasional dan pedoman implementasi pendidikan inklusi. Objek kajian difokuskan
pada muatan materi yang mengajarkan non-diskriminasi terhadap disabilitas, Hak
Aksesibilitas, dan ketersediaan panduan adaptasi kurikulum untuk memenuhi
kebutuhan belajar yang beragam.
Temuan menunjukkan bahwa kurikulum formal memiliki statement
kognitif umum yang mendukung inklusi (misalnya, menghargai semua teman), tetapi
minim dalam menyediakan panduan prosedural. Materi untuk mengajarkan Hak
Aksesibilitas (seperti pentingnya ramp atau bahasa isyarat) dan Hak Partisipasi
ABK kepada siswa non-ABK hampir tidak ada.
Kesenjangan pedagogis terbesar terletak pada kurangnya
penyesuaian Kurikulum untuk Guru (KTG). Guru SD masih kurang dibekali strategi
untuk mengadaptasi metode ajar mereka agar sesuai dengan hak belajar ABK,
seperti penggunaan media pembelajaran yang beragam, diferensiasi instruksi,
atau asesmen yang fleksibel.
Kurikulum tersembunyi memainkan peran penting; jika
kurikulum formal tidak mengajarkan inklusi secara eksplisit, sikap
diskriminatif dan pengucilan oleh teman sebaya berpotensi meningkat.
Ketersediaan sarana dan prasarana yang aksesibel (Sarpras), yang merupakan
bagian dari kurikulum HAM yang terabaikan, juga menjadi indikator kegagalan.
Direkomendasikan agar kurikulum SD dirombak untuk secara
tegas mengintegrasikan Universal Design for Learning (UDL) yang
memastikan materi, metode, dan asesmen sejak awal dirancang untuk mengakomodasi
keberagaman siswa. Selain itu, diperlukan modul khusus untuk menumbuhkan empati
terhadap disabilitas bagi seluruh siswa.
Author: Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI