Analisis Kesiapan Sekolah (Sarana dan Prasarana) dalam Mendukung Kurikulum HAM SD
Kesiapan Sarana dan Prasarana (Sarpras) merupakan prasyarat
fisik yang sangat mendasar untuk mendukung pemenuhan Hak Ekonomi, Sosial, dan
Budaya (HESB) anak di sekolah. Analisis kesiapan Sarpras berbasis hak
(rights-based facilities) sangat diperlukan untuk menilai dukungan
infrastruktur terhadap kurikulum HAM.
Fokus analisis Sarpras adalah pada ketersediaan dan kualitas
fasilitas yang berkaitan langsung dengan hak anak: aksesibilitas fisik bagi
anak disabilitas, kualitas sanitasi yang memadai (air bersih dan toilet), dan
ketersediaan ruang-ruang inklusif (perpustakaan, UKS, ruang bermain aman).
Temuan kualitas dan aksesibilitas menunjukkan disparitas
besar. Di banyak SD, terutama di pedesaan, aksesibilitas fisik bagi ABK dan
fasilitas sanitasi seringkali berada di bawah standar hak anak, yang secara
langsung melanggar Hak Kesehatan dan Hak Akses.
Sarpras dan Hak Belajar saling terkait erat. Kurangnya
fasilitas pendukung seperti perpustakaan yang memadai, akses internet yang
aman, atau ruang terbuka hijau membatasi Hak Mendapatkan Informasi dan Hak
Bermain/Berekreasi siswa, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kurikulum
HAM.
Peran Sarpras dalam Kurikulum Tersembunyi juga signifikan.
Misalnya, ketersediaan kotak saran yang anonim dan aman secara fisik mendukung
Hak Berekspresi dan Partisipasi siswa. Lingkungan fisik yang kotor atau tidak
terawat secara implisit mengajarkan ketidakpedulian terhadap Hak atas
Lingkungan Sehat.
Rekomendasi anggaran adalah mengalokasikan dana pembangunan
sekolah secara prioritas untuk Sarpras berbasis hak, dengan fokus utama pada
pemenuhan Aksesibilitas Universal dan fasilitas kesehatan. Pembangunan harus
didasarkan pada standar minimum hak anak yang ditetapkan KHA.
Author:
Firstlyta Bulan Aulya Ahmad
Editor: Arika Rahmania
Sumber: AI