Akhlak Rasulullah Menginspirasi Etos Belajar Mahasiswa
Etos belajar mahasiswa menjadi faktor penting dalam keberhasilan akademik di perguruan tinggi. Di tengah tantangan distraksi digital dan tuntutan prestasi, akhlak Rasulullah SAW dipandang mampu menginspirasi semangat belajar yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab di kalangan mahasiswa.
Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang memiliki kesungguhan, kedisiplinan, dan komitmen tinggi dalam menunaikan setiap amanah. Al-Qur’an menegaskan bahwa Rasulullah merupakan teladan terbaik dalam seluruh aspek kehidupan (QS. Al-Ahzab: 21) serta memiliki akhlak yang agung (QS. Al-Qalam: 4). Keteladanan ini menjadi dasar moral dalam membangun etos belajar yang kuat dan berorientasi pada nilai.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga” (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa belajar merupakan aktivitas mulia yang menuntut kesungguhan, keikhlasan, dan konsistensi, bukan sekadar mengejar nilai akademik semata.
Di lingkungan kampus, akhlak Rasulullah menginspirasi mahasiswa untuk belajar secara disiplin, menghargai waktu, serta bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dan penelitian. Etos belajar yang dilandasi akhlak mulia mendorong mahasiswa untuk menjauhi sikap malas, menunda pekerjaan, dan melakukan kecurangan akademik.
Pandangan Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menegaskan bahwa ilmu harus dibarengi dengan akhlak agar membawa manfaat dan keberkahan (Al-Ghazali, 2015). Etos belajar yang dilandasi akhlak Rasulullah tidak hanya menghasilkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang matang secara moral.
Dengan menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai inspirasi etos belajar, perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tekun, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan. Etos belajar yang berlandaskan nilai akhlak mulia akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan akademik dan kehidupan bermasyarakat.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an al-Karim. (2019). Surah Al-Ahzab ayat 21; Surah Al-Qalam ayat 4. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Muslim bin al-Hajjaj. (2002). Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya’ at-Turats al-‘Arabi.
Al-Ghazali. (2015). Ihya’ Ulumuddin. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah.
Penulis : Wasis Suprapto
Editor : Naela Zulianti Ashlah