5 Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang Wajib Ada di Laboratorium Sekolah
Sumber:
Gemini AI
Laboratorium
sekolah adalah ruang pembelajaran yang penuh dengan bahan kimia, peralatan
listrik, dan sumber panas semuanya meningkatkan risiko kebakaran. Oleh karena
itu, keberadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tepat dan memadai menjadi
kebutuhan mutlak. APAR bukan sekadar simbol keselamatan; ia adalah garis
pertahanan pertama sebelum petugas pemadam datang. Di laboratorium, pilihan
APAR harus disesuaikan dengan jenis potensi kebakaran: kebakaran padat (kertas,
kayu), kebakaran cair (pelarut, minyak), serta kebakaran listrik. Memahami
klasifikasi kebakaran akan membantu sekolah menempatkan jenis APAR yang efektif
sehingga respon darurat lebih cepat dan tepat sasaran.
Pertama, APAR
serbuk (ABC dry chemical) adalah pilihan serbaguna untuk laboratorium karena
efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C. Serbuknya mampu memutus reaksi kimia
yang mempertahankan api dan memberikan perlindungan pada bahan padat, cair, dan
peralatan bertegangan rendah. Namun, penggunaan APAR serbuk meninggalkan residu
yang bisa merusak peralatan sensitif dan memerlukan pembersihan intensif
setelah penggunaan. Oleh karena itu, APAR jenis ini sangat cocok ditempatkan di
lokasi yang mudah dijangkau tetapi bukan di atas peralatan elektronik yang
mahal tanpa rencana pembersihan pasca-insiden.
Kedua, APAR CO₂
(karbon dioksida) sangat berguna untuk kebakaran yang melibatkan peralatan
listrik dan perangkat elektronik karena tidak meninggalkan residu dan tidak
menghantarkan listrik. Gas CO₂ mendinginkan dan mengusir oksigen sehingga
memadamkan nyala api. Keterbatasannya adalah durasi semburan yang relatif
singkat dan efektivitas yang menurun di ruang terbuka. Di laboratorium, APAR
CO₂ ideal diletakkan dekat area alat listrik, panel, dan meja eksperimen dengan
perangkat elektronik. Namun, perlu diingat keselamatan pengguna — CO₂ dapat
menurunkan kadar oksigen jika digunakan di ruang sempit, jadi pengguna harus
cepat mundur setelah memadamkan api.
Ketiga, APAR busa
(foam) efektif untuk mengatasi kebakaran akibat bahan cair mudah terbakar
karena busa membentuk lapisan yang menutup permukaan cairan, mencegah penguapan
dan kontak dengan oksigen. Penggunaan busa sangat cocok untuk laboratorium yang
menyimpan pelarut organik dalam jumlah signifikan. Kelemahannya adalah tidak
cocok untuk peralatan listrik hidup dan bisa meninggalkan kotoran yang harus
dibersihkan. Penempatan yang strategis untuk APAR busa adalah di area
penyimpanan bahan kimia cair, dekat meja tempat melakukan praktikum yang
melibatkan pelarut.
Keempat, APAR
berbasis air dengan tekanan atau kabut (water mist) digunakan untuk kebakaran
kelas A pada bahan padat seperti kertas dan kayu. Teknologi kabut air lebih
aman di sekitar peralatan listrik karena partikel air yang sangat halus
mengurangi risiko penghantaran listrik. Namun, air tidak boleh digunakan pada
kebakaran bahan kimia reaktif atau perangkat listrik tegangan tinggi. Water
mist cocok untuk laboratorium yang banyak menyimpan bahan organik dan peralatan
non-elektronik penempatan harus mempertimbangkan akses cepat oleh staf yang
terlatih.
Terakhir, selain
jenis APAR, perhatian harus diberikan pada jumlah, lokasi, dan pemeliharaan.
Setiap laboratorium idealnya memiliki minimal satu APAR jenis serbuk dan satu
jenis CO₂ atau busa, tergantung profil bahan yang disimpan. APAR harus dipasang
pada posisi yang terlihat, tidak terhalang, dan dipasang pada ketinggian yang
mudah dijangkau semua staf dan siswa. Pemeliharaan berkala termasuk pengecekan
tekanan, segel, kebersihan, dan tanggal kadaluwarsa wajib dilakukan oleh
petugas yang kompeten. Pelatihan penggunaan APAR pada guru, teknisi, dan siswa
(sesuai usia) juga adalah bagian penting sehingga saat terjadi insiden, respon
tidak panik tetapi terarah.
Editor: Firstlyta
Bulan