Strategi Guru SD Menanamkan Nilai Persatuan
Di tengah tantangan globalisasi dan keberagaman budaya,
menanamkan nilai persatuan di Sekolah Dasar (SD) menjadi hal yang sangat
penting. Guru memiliki peran sentral dalam mengajarkan anak-anak untuk
menghargai perbedaan, berkolaborasi dengan teman-teman dari berbagai latar
belakang, dan merasa bangga dengan keberagaman yang ada di Indonesia. Strategi
yang tepat dari guru dapat membantu menciptakan ikatan yang kuat antar siswa
dan memperkuat rasa persatuan di dalam bangsa
Menurut Dr. Haruna Fujita, seorang ahli pendidikan
multikultural dari Jepang, strategi pengajaran nilai persatuan harus dimulai
dengan menciptakan lingkungan yang inklusif dan saling menghargai. Dalam
wawancara dengan Asia-Pacific Journal of Education pada 2025, Fujita
menyebutkan bahwa guru SD harus memperkenalkan konsep keberagaman sejak dini,
sehingga siswa belajar untuk menghormati dan bekerja sama dengan teman-teman
mereka yang berasal dari latar belakang yang berbeda. "Pendidikan
persatuan tidak hanya mengajarkan toleransi, tetapi juga memperkuat semangat
kebersamaan di antara siswa," ujarnya.
Guru SD dapat mengimplementasikan nilai persatuan melalui
berbagai pendekatan kreatif, seperti kegiatan kelompok yang mengharuskan siswa
bekerja sama, atau merayakan hari-hari besar nasional dengan kegiatan yang
melibatkan budaya dan sejarah Indonesia. Dr. Fujita menambahkan, "Proyek
kolaboratif yang melibatkan berbagai kelompok siswa tidak hanya mengajarkan
keterampilan sosial, tetapi juga mempererat hubungan antar siswa dari latar
belakang yang berbeda." Kegiatan seperti lomba kebersihan lingkungan,
bakti sosial, atau peringatan Hari Kemerdekaan juga dapat menumbuhkan rasa
persatuan di kalangan siswa.
Selain itu, guru juga bisa mengajarkan nilai-nilai
persatuan melalui cerita dan kisah-kisah inspiratif yang berkaitan dengan
perjuangan bangsa untuk meraih kemerdekaan dan membangun negara. Penggunaan
simbol-simbol nasional, seperti bendera dan lagu kebangsaan, dalam pembelajaran
sehari-hari juga dapat memperkuat rasa kebanggaan siswa terhadap tanah air
mereka. Dengan cara ini, siswa tidak hanya mengerti makna persatuan, tetapi
juga merasakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, tantangan utama dalam menanamkan nilai persatuan
adalah keberagaman latar belakang siswa itu sendiri. Beberapa siswa mungkin
datang dari keluarga yang memiliki pandangan sempit terhadap perbedaan, atau
mereka belum sepenuhnya mengerti pentingnya kerjasama antar sesama. Oleh karena
itu, Dr. Fujita mengingatkan bahwa pendekatan yang lebih empatik dan berbasis
pengalaman sangat diperlukan untuk memastikan bahwa semua siswa merasa dihargai
dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Dengan strategi yang tepat dan bimbingan yang konsisten, diharapkan siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki semangat persatuan yang tinggi. Melalui pengajaran nilai persatuan di SD, guru dapat membantu menciptakan masyarakat yang lebih harmonis, saling menghargai, dan siap menghadapi tantangan masa depan sebagai satu kesatuan bangsa.