Refleksi Hari Guru: Sekolah Harus Siap Hadapi Era Global
Peringatan Hari Guru tahun 2025 menjadi momentum penting untuk meninjau kesiapan sekolah dalam menghadapi tuntutan era global. Guru-guru di berbagai daerah menyadari bahwa perubahan teknologi, dinamika sosial, serta mobilitas global menuntut lembaga pendidikan untuk bergerak lebih cepat dan adaptif. Tidak cukup hanya mengandalkan kurikulum tradisional; sekolah harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang relevan dengan perkembangan dunia internasional.
Para pendidik menekankan bahwa penguatan kompetensi global siswa seperti literasi digital, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta keterampilan berpikir kritis harus menjadi prioritas. Mereka memandang bahwa tanpa kemampuan tersebut, lulusan sekolah akan kesulitan bersaing di dunia kerja internasional maupun dalam ekosistem akademik global. Karena itu, guru mendorong adanya pembaruan kurikulum, peningkatan pelatihan pendidik, serta kerja sama sekolah dengan berbagai institusi global.
Menurut Andy Hargreaves (2020), pakar pendidikan dari Boston College yang sering bekerja sama dengan lembaga Eropa, sekolah masa kini harus menjadi “global learning communities” yang membuka akses pengalaman internasional bagi siswa. Hargreaves menekankan bahwa pendidikan global tidak hanya soal bahasa asing, melainkan juga pemahaman nilai demokrasi, kolaborasi lintas negara, dan kecakapan beradaptasi dalam dinamika perubahan yang cepat.
Sementara itu, Pasi Sahlberg (2021), ahli pendidikan asal Finlandia, menyatakan bahwa kesiapan sekolah menghadapi era global bergantung pada kualitas guru dan kemampuan sekolah menciptakan budaya belajar yang inovatif. Ia menambahkan bahwa negara yang memiliki sistem pendidikan unggul selalu menempatkan guru sebagai agen perubahan utama dalam globalisasi pendidikan melalui pembelajaran kolaboratif, riset kelas, dan penggunaan teknologi pembelajaran mutakhir.
Di tengah refleksi Hari Guru tahun ini, para pendidik berharap pemerintah terus memperkuat infrastruktur pendidikan, akses internet, serta pelatihan profesional yang memungkinkan guru menguasai pedagogi berorientasi global. Sekolah yang siap menghadapi era global bukan hanya yang memiliki fasilitas modern, tetapi juga yang mampu membangun ekosistem pembelajaran yang terbuka, kreatif, dan berwawasan internasional. Dengan demikian, generasi muda Indonesia diharapkan mampu menjadi warga dunia yang kompeten dan berdaya saing.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI