Pers dan Pendidikan Kritis
Pendidikan kritis penting untuk membentuk pemikir mandiri.
Pers berperan menumbuhkan sikap kritis melalui pemberitaan. Informasi disajikan
untuk dianalisis pembaca. Masyarakat belajar berpikir reflektif.
Media menyajikan berbagai sudut pandang isu pendidikan.
Pembaca diajak membandingkan informasi. Proses ini melatih kemampuan analisis.
Pendidikan kritis berkembang.
Dalam konteks sekolah, berita pers digunakan sebagai bahan
diskusi. Siswa menganalisis masalah pendidikan aktual. Guru membimbing proses
berpikir kritis. Pembelajaran menjadi kontekstual.
Pers juga mengkritisi kebijakan pendidikan secara
konstruktif. Kritik berbasis data menjadi pembelajaran publik. Kesadaran kritis
masyarakat meningkat. Pendidikan mendapat evaluasi berkelanjutan.
Dengan demikian, pers mendukung pendidikan kritis. Informasi
menjadi alat refleksi. Pendidikan menghasilkan individu berpikir terbuka. Pers
berperan penting.
Author : Naela
Zulianti Ashlah
Editor : Naela
Zulianti Ashlah