MATEMATIKA DAN NUMERASI
Banyak
kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan matematika. Dari mulai anak-anak
sampai dewasa, kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan matematika antara lain
membuat layang-layang menggunakan konsep geometri yaitu bangun datar
layang-layang, penjual dan pembeli melakukan transaksi dengan menggunakan
aritmetika. Koperasi dan kegiatan perbankan menggunakan konsep aritmatika.
Konsep geometri dan pengukuran banyak digunakan untuk menyelesaikan
permasalahan sehari-hari. Pengrajin mebel menggunakan pengukuran dan geometri
untuk membuat perkakas seperti; meja, kursi, lemari, dan sebagainya.
Matematika
mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir
manusia. Matematika dipandang sebagai materi pembelajaran yang harus dipahami
sekaligus sebagai alat konseptual untuk mengonstruksi dan merekonstruksi materi
tersebut, mengasah, dan melatih kecakapan berpikir yang dibutuhkan untuk
memecahkan masalah dalam kehidupan. Kemampuan dalam menyelesaikan masalah yang
berkaitan dengan matematika, tidak hanya berkaitan dengan berhitung saja atau
menggunakan konsep matematika tetapi kemampuan untuk mengakses, menggunakan,
dan menafsirkan serta menghubungkan info matematika serta saran. Kemampuan
tersebut adalah literasi matematika atau numerasi. Numerasi berarti menggunakan
matematika dengan percaya diri dan efektif untuk memenuhi kebutuhan hidup
sehari-hari.
Literasi matematika atau numerasi sangat penting bagi individu untuk
membentuk penalaran rasional serta teknik penalaran dalam aktivitas sehari-hari.
Kemampuan numerasi memungkinkan
seseorang untuk berfungsi
dalam kehidupan sehari-hari dan
berkontribusi secara efektif
kepada masyarakat. OECD (2017) mendefinisikan
literasi matematika atau numerasi sebagai kemampuan individu untuk bernalar
secara matematis serta merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan matematika
untuk menyelesaikan masalah dalam beragam konteks dunia nyata. Literasi
matematika tersebut mencakup konsep, prosedur, fakta, dan alat untuk
mendeskripsikan, menjelaskan, dan memprediksi fenomena. Lebih lanjut lagi,
literasi matematika dapat membantu individu untuk memahami peran matematika di
dunia nyata dan untuk membuat keputusan tepat berdasarkan nalar logis.
Numerasi dapat dikembangkan dalam lingkungan belajar di
sekolah. Penguatan numerasi dapat dimulai dengan menguatkan kemampuan siswa
dalam berhitung dan menyelesaikan masalah dalam pembelajaran matematika.
Kemampuan berhitung dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan
pembagaian menjadi dasar yang harus dikuasai siswa sesuai dengan capaian
pembelajaran di setiap fase dan target numerasi setiap levelnya. Guru harus
menuntaskan keterampilan berhitung dasar di setiap fase dan levelnya.
Keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika merupakan menu
yang pasti dan harus disajikan guru untuk penerapan matematika dalam kehidupan
sehari-hari. Guru mengajukan masalah matematika sesuai dengan konteks dan fase
siswa. Di akhir pembelajaran, guru perlu memberikan asesmen untuk mengetahui
ketercapaian kemampuan numerasi siswa. Guru menyiapkan soal matematika yang
mampu melatihkan kemampuan berhitung dan memecahkan masalah seperti soal dengan
karakteristik soal berpikir tingkat tinggi atau soal HOTS. Soal HOTS dapat
melatihkan siswa kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan
masalah.
Penulis:
Duhwi Indartiningsih