Hari Guru Tekankan Pentingnya Penelitian Tindakan Kelas
Peringatan Hari Guru tahun 2025 menjadi pengingat bahwa inovasi pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari kemampuan guru melakukan refleksi berbasis data. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kembali mendapat sorotan karena dianggap sebagai salah satu cara paling efektif bagi pendidik untuk memahami tantangan belajar yang terjadi di kelas sekaligus menemukan solusi yang terukur. Banyak guru menilai bahwa PTK bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi alat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Dalam berbagai forum Hari Guru, pendidik menegaskan bahwa PTK membantu mereka mengamati perilaku belajar siswa, mengevaluasi strategi pengajaran, serta menguji pendekatan baru yang lebih relevan. Melalui proses siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi guru dapat mengidentifikasi intervensi yang tepat dan menyesuaikan model pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Hal inilah yang membuat PTK dinilai penting untuk membangun budaya sekolah yang berbasis bukti (evidence-based practice).
Menurut Prof. John Elliott (2020), salah satu pionir penelitian tindakan dari University of East Anglia, PTK memberi ruang bagi guru menjadi peneliti profesional yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mengembangkan pengetahuan praktik. Elliott menyebut PTK sebagai jembatan antara teori pendidikan dan permasalahan nyata di kelas. “Guru yang melakukan PTK memiliki kontrol lebih besar terhadap kualitas pembelajarannya,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Stephen Kemmis (2021) dari Australia menyatakan bahwa PTK bukan hanya proses teknis, tetapi juga praktik reflektif yang memperkuat identitas profesional guru. Ia menekankan bahwa PTK memberi kesempatan bagi pendidik untuk membangun dialog kritis tentang metode pengajaran, nilai-nilai pendidikan, serta dampaknya bagi kehidupan siswa. Kemmis percaya bahwa sekolah yang mendukung PTK cenderung menjadi lingkungan belajar yang kolaboratif dan progresif.
Guru berharap momentum Hari Guru tahun ini mendorong pemerintah dan sekolah untuk menyediakan dukungan lebih besar bagi kegiatan PTK, mulai dari pelatihan metodologis hingga penyediaan waktu khusus untuk penelitian. Dengan penguatan tersebut, PTK berpotensi menjadi motor utama peningkatan mutu pendidikan, karena mendorong guru untuk selalu belajar, bereksperimen, dan berinovasi demi menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI