Guru Evaluasi Efektivitas Media Pembelajaran
Momentum Hari Guru 2025 menjadi saat penting bagi para pendidik untuk melakukan refleksi terhadap efektivitas media pembelajaran yang digunakan di kelas. Setelah melewati masa pandemi dan transisi pembelajaran hybrid, banyak guru menyadari bahwa tidak semua media yang terlihat modern atau populer benar-benar memberikan dampak optimal bagi pemahaman siswa. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk menilai apakah media yang digunakan mampu meningkatkan interaksi, mempermudah pemahaman, dan mendukung gaya belajar yang beragam.
Guru di berbagai daerah melaporkan bahwa masih ada kesenjangan dalam penguasaan teknologi pembelajaran. Beberapa sekolah sudah terbiasa dengan perangkat digital canggih, sementara sekolah lain masih mengandalkan media tradisional. Perbedaan ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam memastikan pemerataan kualitas pembelajaran. Evaluasi kemudian menjadi langkah krusial untuk menentukan media mana yang benar-benar efektif di berbagai kondisi.
Dr. Helena Götz (2025), pakar pendidikan dari University of Munich, Jerman, menjelaskan bahwa media pembelajaran yang baik tidak selalu harus digital. Menurutnya, efektivitas media ditentukan oleh kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik siswa, bukan dari tingkat kecanggihannya. Ia menambahkan bahwa media yang terlalu rumit justru dapat membuat siswa kehilangan fokus dan sulit menangkap inti materi.
Di sisi lain, Prof. Matteo Ricci (2025) dari Politecnico di Milano, Italia, menyoroti perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin mendominasi ruang kelas. Menurut Ricci, penggunaan media digital berbasis AI seperti platform adaptif dapat sangat membantu guru dalam memetakan kemampuan siswa secara lebih akurat. Namun, ia menekankan bahwa kemampuan literasi digital guru masih perlu diperkuat agar teknologi tersebut benar-benar memberi dampak maksimal.
Selain itu, evaluasi media pembelajaran juga memperlihatkan bahwa siswa Generasi Z cenderung lebih tertarik pada konten visual dan interaktif. Hal ini mendorong guru untuk lebih kreatif dalam memilih dan mengembangkan media, termasuk membuat video pendek, infografis, atau simulasi. Meski demikian, guru tetap mengingat bahwa media tidak boleh mengalihkan siswa dari proses berpikir mendalam.
Pada akhirnya, refleksi di Hari Guru 2025 ini menegaskan bahwa evaluasi media pembelajaran adalah proses berkelanjutan yang harus dilakukan secara berkala. Dengan dukungan pemerintah, sekolah, dan pelatihan profesional yang memadai, guru diharapkan mampu memilih, memodifikasi, dan memaksimalkan media pembelajaran yang paling sesuai dengan kebutuhan siswa serta perkembangan zaman. Media yang tepat akan menjadi jembatan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan membangun generasi pembelajar yang adaptif.
Penulis: Wasis Soeprapto
Ediotor: Arika Rahmania
Sumber: AI