VISITING PROFESOR "The Power of Qualitative Research in Understanding Teaching and Learning"
Surabaya - Program Studi S1
Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
menyelenggarakan kegiatan Visiting Profesor pada Rabu, 03 Juni 2026. Kegiatan
ini diikuti mahasiswa S1, S2, S3, serta dosen program studi PGSD dan Pendidikan
Dasar. Menghadirkan akademisi dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI),
yaitu Prof. Dr. Nordin Mamat.
Dalam Kesempatan tersebut Prof. Dr. Nordin
Mamat memaparkan materi “The Power of Qualitative Research in Understanding
Teaching and Learning”. Materi yang dibawa membahas pentingnya penelitian
kualitatif dalam memahami berbagai fenomena pendidikan secara mendalam melalui
konteks, pengalaman, dan makna yang diberikan oleh individu dalam proses
pembelajaran.
Menurut beliau, penelitian kualitatif
memiliki kekuatan utama dalam menjawab pertanyaan mengapa” dan “bagaimana”
suatu fenomena terjadi. Berbeda dengan penelitian kualitatif yang berfokus pada
angka dan pengujian hipotesis, penelitian kualitatif memberikan pemahaman yang
lebih komprehensif mengenai penyebab suatu permasalahan sekaligus alternatif
penyelesaiannya.
Dalam pemaparannya,
penelitian kualitatif dianggap lebih efektif menggunakan pendekatan induktif
atau bottom-up, yaitu membangun pemahaman berdasarkan data yang
diperoleh langsung dari lapangan. Oleh karena itu, konteks budaya, sejarah,
kondisi sosial, dan lingkungan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan
dalam penelitian pendidikan.
Selain membahas
karakteristik penelitian kualitatif, refleksivitas peneliti (researcher
reflexivity) serta peran peneliti sebagai instrumen utama dalam proses
penelitian. Peneliti dituntut untuk menyadari bagaimana pengalaman, nilai, dan
asumsi pribadi dapat memengaruhi proses pengumpulan maupun interpretasi data.
Salah satu poin
menarik yang disampaikan adalah konsep guru sebagai curriculum maker.
Menurut beliau, guru tidak hanya berperan sebagai pelaksana kurikulum, tetapi
juga sebagai pihak yang secara aktif membangun dan mengembangkan kurikulum
berdasarkan pengalaman mengajar serta kebutuhan peserta didik di kelas.
Pada sesi materi,
Prof. Nordin juga menguraikan lima pendekatan utama dalam penelitian
kualitatif, yaitu studi kasus (case study), etnografi (ethnography),
fenomenologi (phenomenology), grounded theory, dan inkuiri naratif (narrative
inquiry). Selain itu, beliau menjelaskan pentingnya penelitian tindakan (action
research) sebagai sarana bagi guru untuk memperbaiki praktik pembelajaran
melalui siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Kegiatan
berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Sesi tanya
jawab dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen untuk mendiskusikan berbagai isu
metodologi penelitian kualitatif, mulai dari refleksivitas peneliti,
kredibilitas data, hingga penerapan penelitian tindakan kelas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan
mahasiswa dan tenaga pendidik Unesa memperoleh wawasan akademik sekaligus
memperkuat kolaborasi dengan UPSI Malaysia dalam dunia pendidikan dan
penelitian.
Penulis : Jauhar Rasyad
Editor : Jauhar Rasyad