Guru dan Integrasi Materi Inklusivitas ODHA dalam Kurikulum
Sumber Gambar. utusan.com.my
Integrasi materi inklusivitas dalam
kurikulum menjadi salah satu strategi efektif bagi guru. Materi ini dapat
dimasukkan pada pelajaran tertentu. Siswa perlu mendapatkan penjelasan yang
benar tentang ODHA. Pemahaman awal akan mengurangi munculnya stigma.
Pada mata pelajaran IPA, guru dapat
menjelaskan aspek medis HIV/AIDS. Penjelasan ilmiah membuat siswa tidak takut
berlebihan. Informasi akurat juga membantu siswa memahami cara penularan.
Materi menjadi lebih relevan bagi kehidupan mereka.
Pelajaran PPKn juga dapat memuat nilai
kemanusiaan dan persamaan hak. Siswa diajak memahami bahwa diskriminasi adalah
tindakan tidak etis. Nilai ini sesuai dengan prinsip demokrasi dan keadilan.
Sikap positif pun dapat ditanamkan melalui pembelajaran.
Di pelajaran Bahasa Indonesia, guru
dapat menggunakan teks bacaan bertema inklusivitas. Bacaan tersebut dapat
mengisahkan tokoh ODHA yang menginspirasi. Siswa menganalisis isi cerita sambil
belajar empati. Pendekatan ini memperkaya aspek literasi.
Guru dapat membuat proyek lintas
mata pelajaran. Misalnya kolaborasi IPA dan PPKn dalam penyuluhan kecil tentang
ODHA. Siswa belajar bekerja sama sambil memperdalam pemahaman. Proyek seperti
ini meningkatkan pengalaman belajar.
Penilaian autentik dapat digunakan
untuk menilai sikap inklusif siswa. Guru dapat mengamati perubahan perilaku
siswa setelah materi diajarkan. Nilai sikap dapat diperkuat melalui kegiatan
nyata. Penilaian ini membantu siswa lebih sadar diri.
Materi kurikulum yang inklusif
membuat isu ODHA tidak lagi dianggap tabu. Siswa terbuka untuk bertanya dan
berdiskusi. Ruang dialog ini sangat penting dalam pembentukan sikap. Guru
berperan memandu percakapan agar tetap mendidik.
Integrasi materi inklusivitas
dalam kurikulum berdampak besar bagi sekolah. Siswa menjadi lebih
berpengetahuan dan peduli. Sikap diskriminatif dapat berkurang secara perlahan.
Guru menjadi aktor utama dalam keberhasilan integrasi ini.
Author
: Naela Zulianti Ashlah
Editor : Naela Zulianti Ashlah